Prak 05 – Adding Flare, Particles, Vignette, and Chrome Aberration

0 Comments

1.     Tujuan
Pada tahap ini, bertujuan untuk menambah detail dari animasi logo dari praktikum sebelumnya. Dengan cara menambahkan flare dan particles. Kemudian menambahkan lens effect seperti vignette dan chrome aberration

2.     Alat
·      Maxon Cinema 4D R16
·      Adobe After Effects CC 2015
·      Knoll Light Factory
·      Trapcode Particular

3.     Bahan
hasil praktikum sebelumnya




4.     Dasar Teori
     Pada praktikum kali ini kita menggunakan material-material yang ada pada After Effect seperti Flare, Particles, Vignette dan Chrome Abberation.
Flare merupakan pyroteknik yang menghasilkan cahaya terang (api)/panas yang intens tanpa disertai ledakan. Flare disini seperti percikan cahaya api kecil yang menyala. Ini digunakan supaya objek yang dibuat terlihat menyala.
Particles merupakan butiran-butiran kecil yang biasanya digunakan sebagai efek seperti kunang-kunang maupun sebagainya. Pada umumnya, particle ini berbentuk butiran bulatan kecil yang dapat diatur jumlahnya sesuai keinginan.
Vignette merupakan penggelapan pada sudut-sudut frame yang terlihat seperti bingkai foto. Sedangkan Chrome Abberation atau sering dikenal dengan chromatic adalah "warna fringing" atau "purple fringing” dimana kita bisa memberi efek warna red, green dan blue

5.     Tugas Praktikum
Pada animasi logo favorit yang sudah kalian buat sebelumnya, lakukan hal berikut:
·      Tambahkan Flare
·      Tambahkan Particles
·      Tambahkan Vignette
·      Tambahkan Chrome Aberration

6.      Hasil Praktikum


7.     Kesimpulan
Dengan membuat animasi 3D menggunakan Cinema 4D dan After Effect membuat saya belajar hal baru yang belum pernah saya dapatkan. Untuk praktikum kali ini, saya mengalami kesulitan yaitu dalam menambahkan flare pada logo yang saya buat. Hal ini dikarenakan pada After Effect yang saya gunakan belum terinstall aplikasi Knoll Light Factory. Sehingga saya haru menginstall aplikasi tersebut terlebih dahulu supaya dapat menambahkan Flare

8.     Referensi

0 komentar:

Prak 04 – Camera Depth, Multi Pass Render, dan Compositing using AE

0 Comments

1.       Tujuan
Pada praktikum ini, mahasiswa diajak untuk ngincip dikit tentang Compositing menggunakan After Effects. Dimulai dengan Render Setting di C4D kemudian dilanjut pada kegiatan compositing di AE.

2.       Alat
·      Maxon Cinema 4D R17
·      Adobe After Effects CC 2015

3.       Bahan
hasil praktikum sebelumnya


4.       Dasar Teori
Dalam melakukan praktikum ini kita memerlukan beberapa bagian dari cinema 4D seperti:
§  Camera Depth: Camera Depth merupakan kedalaman area yang bisa di tangkap oleh sebuah kamera.
§  Multi Pass Rendering: Multipass render adalah teknik yang banyak digunakan dalam industri CGI profesional, dan telah menjadi lebih dan lebih umum digunakan dalam komunitas grafis umum. Multipass render memiliki banyak keunggulan dibandingkan single pass rendering, yang memungkinkan lebih banyak kontrol atas setiap elemen dari adegan, kontrol yang lebih baik atas tampilan akhir adegan, dan membuat tweaker dan menyesuaikan gambar akhir atau animasi lebih mudah dan lebih sedikit waktu mengkonsumsi rendering adegan sekaligus dan harus kembali membuat seluruh menyesuaikan rincian kecil atau melakukan perubahan.
§  Depth of Field : Dalam optik , terutama yang berkaitan dengan film dan fotografi, depth of field (DOF), juga disebut rentang fokus atau rentang fokus yang efektif, adalah jarak antara benda terdekat dan terjauh dalam sebuah adegan yang muncul diterima tajam dalam foto. Meskipun lensa justru bisa fokus hanya pada satu jarak pada suatu waktu, penurunan ketajaman bertahap pada setiap sisi jarak fokus, sehingga dalam DOF, unsharpness ini tak terlihat di bawah kondisi tampilan normal.
§  Compositing: Compositing adalah kombinasi dari unsur-unsur visual dari sumber terpisah menjadi gambar tunggal, sering untuk menciptakan ilusi bahwa semua elemen adalah bagian dari adegan yang sama. Penembakan live-action untuk compositing adalah berbagai disebut "chroma key", "blue screen", "layar hijau" dan nama lain. Saat ini, kebanyakan, meskipun tidak semua, compositing dicapai melalui manipulasi gambar digital. Teknik compositing pra-digital, bagaimanapun, kembali sejauh film trik Georges Méliès pada akhir abad ke-19, dan beberapa masih digunakan.

5.       Tugas Praktikum
Pada animasi logo favorit yang sudah kalian buat sebelumnya, lakukan hal berikut:
§  Multi Pass Rendering untuk logo, obyek sekunder, background, dan depth
§  Import masing-masing image sequences ke AE.
§  Implementasi DOF di AE menggunakan effect Camera Lens Blur

6.       Hasil Praktikum



7.       Kesimpulan

Untuk proses multi pass rendering saya merasa belum mendapat kesulitan. Namun pada saat ini, saya belum memulai import hasil gambar ke after effect.

8.       Referensi

Logo Animation in Cinema 4D and After Effects

0 komentar:

Prak 03 – Secondary Assets, Logo Movement, F-Curves

0 Comments

1.       Tujuan
Pada praktikum ini, belajar tentang elemen yang bisa ditambahkan pada sebuah animasi 3D yaitu Secondary Assets dan Movement. Pada praktikum ini, penambahan movement diperdetail dengan menggunakan F-Curves.
2.       Alat
·      Adobe Illustrator CC
·      Maxon Cinema 4D R16
3.       Bahan
·      Praktikum sebelumnya


·      asset sekunder
4.       Dasar Teori
 Dalam praktikum kali ini kita menggunakan secondary assets. Dimana secondary assets berfungsi untuk memunculkan objek yang telah kita buat sebelumnya namun bukan sebagai objek utama. Lebih tepatnya, secondary assets merupakan bentuk copy an dari objek utama yang kita buat. Disini, kita juga menggunakan f-curves yang berfungsi untuk mengontrol serta mengatur kehalusan dari gerakan animasi yang kita buat. Jadi, kita bisa mengatur pergerakan dari animasi yang kita buat dari cepat ke pelan sesuai yang kita inginkan.
5.       Tugas Praktikum
·      Tambahkan kompleksitas gerakan pada asset utama (logo)
·      Haluskan gerakannya menggunakan F-Curves
6.       Hasil Praktikum



7.       Kesimpulan
Untuk membuat praktikum kali ini, saya mengalami kesusahan dalam melakukan kompleksitas gerakan utama. saya mengalami kesulitan dalam memutar gambar. hal ini disebabkan karena saya  tidak mengaktifkan tombol enable axis terlebih dahulu dan ternyata saya harus memutar objek melalui coordinate. Dalam menentukan F-curves pada awalnya saya juga mengalami kesulitan karena F-Curves saya banyak yang berupa garis lurus. Namun, hal itu bisa diselesaikan dengan memilih satu per satu dari tiap objek.
8.       Referensi


0 komentar:

Prak 02 – Camera Path, Lighting, and Material

0 Comments

1.        Tujuan
Pada praktikum ini, belajar tentang elemen yang bisa ditambahkan pada sebuah animasi 3D yaitu Camera Path, Lighting, Material. Camera path diimplementasikan menggunakan spline. Lighting menggunakan Physical Sky dan Area Light.
2.        Alat
Adobe Illustrator CC
Maxon Cinema 4D R16
Time Lapse Assembler
3.        Bahan
Hasil praktikum sebelumnya

4.        Dasar Teori
Motion guide pada flash dengan camera path pada cinema 4D sebenarnya hampir sama, hanya saja camera path memiliki sumbu z sehingga agak sulit untuk mengaturnya. Dalam menggunakannya, kita juga harus mengattach object yang ingin dibuat mengikuti path yang telah di buat.
Pada cinema 4D juga terdapat pilihan-pilihan command seperti Physical Sky dan Area Light. Dimana keduanya memiliki perbedaan. Pada Physical sky bertindak sebagai background 3D (360 derajat), tetapi kita juga dapat mengaktifkan sun/directional light melalui inspector pada sky namun sun tidak mempengaruhi lighting jika kita tidak mengaktifkan global illumination pada render setting. Sedangkan area light bertindak sebagai sumber cahaya yang memiliki jangkauan area berbentuk sebuah bidang yang bisa diatur.
Untuk membuat tampilan menjadi terlihat menarik, terdapat material yang berfungsi untuk memberi warna/texture pada suatu object. Kita dapat memanipulasi sebuah object terlihat seperti kaca, metal, atau bahkan batu dengan menggunakan material.
5.        Tugas Praktikum
Pada animasi logo favorit yang sudah kalian buat sebelumnya, tambahkan:
-          Pergerakan kamera menggunakan teknik camera path
-          Lighting sederhana dan mudah menggunakan Physical Sky dan Area Light
6.        Hasil Praktikum




7.        Kesimpulan
Pada percobaan kali ini, saya mengalami kesulitan di saat meletakkan arc. Arc yang saya letakkan selalu susah di atur dan susah untuk di posisikan di atas bidang. Namun setelah itu saya berhasil meletakkannya diatas bidang dan mengatur posisi arc sesuai yang saya inginkan dengan cara mengatur sesuai dengan axis dimana sebelumnya saya tidak memperhatikan axis.

8.        Referensi

0 komentar:

Prak 01 – Logo 3D 360 (Turn Table Animation)

0 Comments

1.     Tujuan
Perkenalan dengan dunia 3D melalui pembuatan animasi object berputar 360 derajat atau disebut juga turn table animation.

2.     Alat
Adobe Illustrator CC
Maxon Cinema 4D R16

3.     Bahan
Logo Adobe

4.     Dasar Teori
Animasi adalah gambar bergerak yang terbentuk dari sekumpulan objek (gambar) yang disusun secara beraturan mengikuti alur pergerakan yang telah ditentukan pada setiap pertambahan hitungan waktu yang terjadi. Jenis animasi yang banyak terkenal adalah animasi 2D dan animasi 3D.
Animasi 2D adalah animasi yang dibuat dengan memanfaatkan dua titik vector yaitu x dan y. Animasi ini di buat dari beberapa gambar dengan layer terpisah. Animasi ini terdapat pada film kartun. Sedangkan animasi 3D adalah animasi yang dibuat dengan memanfaatkan tiga titik vector yaitu x, y dan z. Dengan animasi 3d, karakter yang diperlihatkan semakin hidup dan nyata, mempunyai dimensi , ruang dan kedalaman bayangan. Dalam membuat animasi, biasanya kita harus tracing terlebih dahulu. Tracing adalah menggambar ulang sesuai dengan gambar/objek acuan yang akan di buat.
Contoh animasi 2D
Contoh Animasi 3D

Dengan adanya 2 animasi ini, maka software yang digunakan pun juga berbeda. Untuk membuat animasi 2D kita menggunakan software adobe Flash sedangkan untuk membuat animasi 3D kita menggunakan software cinema 4D. Keduanya memiliki perbedaan yaitu, dengan Adobe Flash, hanya ada 2 vektor yaitu x dan y yang tidak bisa diatur ketebalannya dan tidak bisa di putar 360 derajat. Sedangkan pada cinema 4D terdapat 3 vektor yaitu x, y dan z yang bisa diatur ketebalannya dan dapat berputar 360 derajat

5.     Tugas Praktikum
Buatlah animasi 360 dari logo favorit kalian

6.     Petunjuk Praktikum
Berikut adalah beberapa petunjuk yang bisa digunakan untuk menyelesaikan tugas praktikum.
1.   Tracing Logo menggunakan illustrator
2.   Membuat logo 3D menggunakan Cinema 4D dari file illustrator
3.   Membuat animasi 360 derajat
4.   M­­erender animasi ke dalam file movie (mp4)

7.     Hasil Praktikum



8.     Kesimpulan
Dengan dikenalkan mengenai animasi 3D kita bisa belajar menggunakan software cinema 4D dan bisa membuat objek yang terlihat nyata. Pada kali ini, saya mendapat kesulitan dalam memutar objek. Namun saya sudah bisa memperbaikinya. Ternyata hal ini dikarenakan, saya keliru dalam memasukkan 360 derajat. dimana ini harus di masukkan pada frame terakhir yang diinginkan namun malah saya masukkan pada frame ke- 0
9.     Referensi

0 komentar: