Praktikum 10 Animasi 3D - Membuat Aset Sekunder (Capsule) part 2

1.      Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mengenal teknik 3D modeling yaitu Polygon Modeling.
2.      Alat
Cinema 4D R16
3.      Bahan
tanpa bahan
4.      Dasar Teori
Untuk melanjutkan Praktikum sebelumnya, Kita menggunakan Cloner. Cloner sendiri berfungsi untuk mengcopy objek utama yang telah kita buat. Untuk Praktikum kali ini, Cloner membantu mempercepat penyelesaian pembuatan aset sekunder karena kita bisa mengcopy aset yang telah kita buat untuk dijadikan bentuk utuh tanpa harus membuat satu persatu
Disini kita juga memanfaatkan Spline Wrap. Spline warp berfungsi untuk membuat lengkungan sehingga nantinya objek bisa tertata melengkung sesuai yang kita inginkan.
Cara menggunakan cloner untuk cloner ini berarti kita mengcloner objek yang telah kita cloner. Caranya yaitu kita mengclone dulu objek utama kita. Kemudian kita tata sesuai yang kita inginkan. Setelah itu kita buat clone dari tatanan cloner yang telah kita bentuk. Dengan cara seperti sebelumnya
5.      Tugas Praktikum
Tirukan petunjuk praktikum yang diberikan
6.      Hasil Praktikum






7.      Kesimpulan
Pada Praktikum kali ini, alhamdulillah saya belum mengalami kesulitan. karena kita hanya menggunakan cloner untuk membentuk capsule sesuai contoh yang ada.

Prak 09 – Membuat Aset Sekunder (Capsule)

1.      Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mengenal teknik 3D modeling yaitu Polygon Modeling.
2.      Alat
Cinema 4D R16
3.      Bahan
tanpa bahan
4.      Dasar Teori
Pada praktikum kali ini kita menggunakan beberapa alat pada Cinema 4D yaitu Subdivision Survace, Cloner, Spline Wrap.
Subdivision Surface merupakan teknik yang pertama dikenalkan oleh Ed Catmull dan Clark dari Pixar pada tahun 1978. Awalnya teknik ini hanya digunakan untuk merepresentasikan bidang yang halus, namun belakangan dimanfaatkan bersamaan dengan teknik yang bernama sculpting (pahat), sehingga memungkinkan seseorang memahat objek 3D dalam bentuk digital.
Kita juga menggunakan Cloner. Cloner sendiri berfungsi untuk mengcopy objek utama yang telah kita buat. Untuk Praktikum kali ini, Cloner membantu mempercepat penyelesaian pembuatan aset sekunder karena kita bisa mengcopy aset yang telah kita buat untuk dijadikan bentuk utuh tanpa harus membuat satu persatu
Disini kita juga memanfaatkan Spline Wrap. Spline warp berfungsi untuk membuat lengkungan sehingga nantinya objek bisa tertata melengkung sesuai yang kita inginkan.
Cara menggunakan cloner untuk cloner ini berarti kita mengcloner objek yang telah kita cloner. Caranya yaitu kita mengclone dulu objek utama kita. Kemudian kita tata sesuai yang kita inginkan. Setelah itu kita buat clone dari tatanan cloner yang telah kita bentuk. Dengan cara seperti sebelumnya
5.      Tugas Praktikum
Tirukan petunjuk praktikum yang diberikan
6.      Hasil Praktikum






7.      Kesimpulan
Pada Praktikum kali ini saya mengalami kesulitan. Kesulitan yang saya alami adalah bentuk bawah objek yang saya buat terdapat lengkungan sehingga bentuh bawah objek saya terlihat seperti ada cekungan. Namun Hal ini sudah bisa saya perbaiki. Dan Alhamdulillah objek yang saya buat selesai sesuai tutorial yang diberikan
8.      Referensi



Prak 08 – Membuat Material Mirip Lampu Stadion

1.        Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mengenal contoh pembuatan material yang bersifat spesifik dalam hal ini adalah sebuah material yang terlihat seperti lampu stadion.

2.        Alat
Cinema 4D R16

3.        Bahan
tanpa bahan

4.        Dasar Teori
Pada praktikum kali ini kita akan membuat sebuah objek seperti lampu stadion. Disini kita menggunakan beberapa channel dan efek-efek untuk menjadikan objek yang kita buat terlihat seperti lampu stadion.
Yang pertama kita menggunakan Bump Map yang terdapat pada material setting. Bump Map disini merupakan teknik untuk memberikan benjolan atau kerutan seperti tekstur untuk membuat objek material terlihat seperti nyata dan tidak kaku. Selanjutnya kita juga menggunakan Channel Color. Channel Color disini berfungsi untuk mengatur warna dasar pada material sesuai yang kita inginkan tanpa terpengaruh pada pencahayaan.
Selain menggunakan Channel Color kita juga masih menggunakan channel-channel lain seperti channel reflectance. Channel Reflection ini berfungsi untuk memberikan refleksi dari material terhadap objek yang ada di sekitarnya. Dan yang terakhir kita menggunakan channel luminance. Channel Luminance disini berfungsi untuk memungkinkan kita menngatur material yang dapat terlihat meskipun tidak ada satupun sumber cahaya karena material ini dapat memancarkan cahaya sendiri.
Textures circles berfungsi untuk memberikan tekstur bulat atau seperti lingkaran yang menjadikan objek yang kita buat terlihat timbul timbul bulat kecil kecil yang bisa kita atur dan sesuaikan sendiri ukurannya.

5.        Tugas Praktikum
Tirukan petunjuk praktikum yang diberikan

6.        Petunjuk Praktikum
Membuat material mirip lampu stadion

7.        Hasil Praktikum
sertakan video hasil praktikum pada bagian ini



8.        Kesimpulan
Dengan adanya praktikum kali ini saya menjadi mengetahui bagaimana cara emmbuat efek seperti lampu stadion yang menyala. Disini saya belum menemukan kesulitan apapun. Saya juga mengetahui bagaimana cara memberikan efek seperti tekstur kerutan dan sebagainya sehingga objek yang saya buat menjadi terlihat seperti nyata.

9.        Referensi

Prak 07 – Membuat Aset Utama

1.      Tujuan
Praktikum ini berisi tutorial project yang terdiri dari 5 pertemuan praktikum. Pada pertemuan ini, kegiatannya adalah pembuatan aset utama yang terdiri dari 3D Text dan Capsule.
2.      Alat
Adobe Illustrator CC
Cinema 4D R16
3.      Bahan
tanpa bahan
4.      Dasar Teori
        NURBS modeling merupakan singkatan dari Non-Uniform Rational B-Spline. Merupakan sebuah teknik modeling (khususnya dalam 3ds max) dengan fokus utama pemodelan dengan memanfaatkan kurva dan surface 3d. Dengan teknik NURBS seorang modeller dapat membuat obyek dengan kurva yang memiliki tingkat kerumitan tinggi sehingga teknik ini menjadi standar modeling khususnya dalam pembuatan obyek dengan permukaan kurva.
       Disini kita juga menggunakan Sweep. Cara kerja Sweep sendiri di Cinema 4D adalah dimana sweep ini merupakan Sapuan NURBS yang merupakan alat yang menggunakan dua objek, sebuah spline dan spline objek seperti lingkaran atau sisi N. Sapuan NURBS menggabungkan dua objek tersebut dan membuat mereka menjadi satu, dengan menggunakan spline objek untuk lebar dan bentuk keseluruhan, dan spline lain untuk menentukan panjang dan kurva.
           Kita juga mengenal mengenai Bump map. Bump map pada material setting ini merupakan gambar hitam putih yang ada di objek kita. Bisa disebut tekstur. Dimana yang terang menunjukkan bagian yang timbul sedangkan yang gelap menunjukkan bagian yang masuk ke dalam.
5.      Tugas Praktikum
Membuat Asset Utama
6.      Hasil Praktikum

7.      Kesimpulan
Dengan adanya praktikum ini, saya bisa membuat sebuah tulisan yang bisa dijadikan sebagai bahan pembuatan bumper dan saya mengetahui langkah-langkah pembuatannya dari referensi yang telah diberikan. Kesulitan yang saya dapati adalah saya belum bisa mengatur bentuk objek yang saya gunakan supaya terlihat presisi dalam bentuk 3D nya.

Prak 06 – Membuat Progression Reel

1.    Tujuan
Pada tahap ini, kegiatan yang dilakukan adalah mengemas hasil praktikum-praktikum sebelumnya menjadi sebuah showreel yang bisa digunakan sebagai portofolio.
2.    Alat
Adobe Premiere Pro CC
3.    Bahan
hasil praktikum-praktikum sebelumnya
·      Prak 1: Logo utama 360
·      Prak 2: Hasil penambahan camera path
·      Prak 3: Secondary Assets
·      Prak 3: Logo Movement
·      Prak 4: Camera Depth
·      Prak 5: Flare
·      Prak 5: Particles
·      Prak 5: Chromatic Aberration
·      Prak 5: Vignette
4.    Dasar Teori
Pada Praktikum ini kia akan praktikum membuat Showreel. Dimana Showreel ini merupakan sebuah kumpulan-kumpulan portofolio seseorang yang dikumpulkan menjadi 1 dalam bentuk video dan menunjukkan bakat atau keahlian yang dimiliki orang tersebut.
Didalam praktikum ini juga menunjukkan Progression Reel. Dimana Progression Reel menampilkan sebuah tahapan dalam proses pengerjaan dalam sebuah animasi mulai dari memberikan gerak, bentuk, background, gerakan hingga menjadi animasi yang diinginkan
5.    Tugas Praktikum
Pada animasi logo favorit yang sudah kalian buat sebelumnya, buatlah progression reel-nya.
6.    Hasil Praktikum



7.    Kesimpulan
     Pada Praktikum ini, bertujuan untuk mengumpulkan semua yang telah saya buat dan dijadikan sebagai bentuk paper. Pada praktikum kali ini saya mengalami kesulitan yaitu tidak bisa memasukkan file dengan format mov. Namun saya telah memperbaiki hal ini. 


8.    Referensi
http://www.mohhasbias.com/prak-06-membuat-progression-reel/
http://animationprogression.blogspot.co.id/
http://www.creativebloq.com/audiovisual/kickass-showereel-premiere-41411362

Prak 05 – Adding Flare, Particles, Vignette, and Chrome Aberration

1.     Tujuan
Pada tahap ini, bertujuan untuk menambah detail dari animasi logo dari praktikum sebelumnya. Dengan cara menambahkan flare dan particles. Kemudian menambahkan lens effect seperti vignette dan chrome aberration

2.     Alat
·      Maxon Cinema 4D R16
·      Adobe After Effects CC 2015
·      Knoll Light Factory
·      Trapcode Particular

3.     Bahan
hasil praktikum sebelumnya




4.     Dasar Teori
     Pada praktikum kali ini kita menggunakan material-material yang ada pada After Effect seperti Flare, Particles, Vignette dan Chrome Abberation.
Flare merupakan pyroteknik yang menghasilkan cahaya terang (api)/panas yang intens tanpa disertai ledakan. Flare disini seperti percikan cahaya api kecil yang menyala. Ini digunakan supaya objek yang dibuat terlihat menyala.
Particles merupakan butiran-butiran kecil yang biasanya digunakan sebagai efek seperti kunang-kunang maupun sebagainya. Pada umumnya, particle ini berbentuk butiran bulatan kecil yang dapat diatur jumlahnya sesuai keinginan.
Vignette merupakan penggelapan pada sudut-sudut frame yang terlihat seperti bingkai foto. Sedangkan Chrome Abberation atau sering dikenal dengan chromatic adalah "warna fringing" atau "purple fringing” dimana kita bisa memberi efek warna red, green dan blue

5.     Tugas Praktikum
Pada animasi logo favorit yang sudah kalian buat sebelumnya, lakukan hal berikut:
·      Tambahkan Flare
·      Tambahkan Particles
·      Tambahkan Vignette
·      Tambahkan Chrome Aberration

6.      Hasil Praktikum


7.     Kesimpulan
Dengan membuat animasi 3D menggunakan Cinema 4D dan After Effect membuat saya belajar hal baru yang belum pernah saya dapatkan. Untuk praktikum kali ini, saya mengalami kesulitan yaitu dalam menambahkan flare pada logo yang saya buat. Hal ini dikarenakan pada After Effect yang saya gunakan belum terinstall aplikasi Knoll Light Factory. Sehingga saya haru menginstall aplikasi tersebut terlebih dahulu supaya dapat menambahkan Flare

8.     Referensi

Prak 04 – Camera Depth, Multi Pass Render, dan Compositing using AE

1.       Tujuan
Pada praktikum ini, mahasiswa diajak untuk ngincip dikit tentang Compositing menggunakan After Effects. Dimulai dengan Render Setting di C4D kemudian dilanjut pada kegiatan compositing di AE.

2.       Alat
·      Maxon Cinema 4D R17
·      Adobe After Effects CC 2015

3.       Bahan
hasil praktikum sebelumnya


4.       Dasar Teori
Dalam melakukan praktikum ini kita memerlukan beberapa bagian dari cinema 4D seperti:
§  Camera Depth: Camera Depth merupakan kedalaman area yang bisa di tangkap oleh sebuah kamera.
§  Multi Pass Rendering: Multipass render adalah teknik yang banyak digunakan dalam industri CGI profesional, dan telah menjadi lebih dan lebih umum digunakan dalam komunitas grafis umum. Multipass render memiliki banyak keunggulan dibandingkan single pass rendering, yang memungkinkan lebih banyak kontrol atas setiap elemen dari adegan, kontrol yang lebih baik atas tampilan akhir adegan, dan membuat tweaker dan menyesuaikan gambar akhir atau animasi lebih mudah dan lebih sedikit waktu mengkonsumsi rendering adegan sekaligus dan harus kembali membuat seluruh menyesuaikan rincian kecil atau melakukan perubahan.
§  Depth of Field : Dalam optik , terutama yang berkaitan dengan film dan fotografi, depth of field (DOF), juga disebut rentang fokus atau rentang fokus yang efektif, adalah jarak antara benda terdekat dan terjauh dalam sebuah adegan yang muncul diterima tajam dalam foto. Meskipun lensa justru bisa fokus hanya pada satu jarak pada suatu waktu, penurunan ketajaman bertahap pada setiap sisi jarak fokus, sehingga dalam DOF, unsharpness ini tak terlihat di bawah kondisi tampilan normal.
§  Compositing: Compositing adalah kombinasi dari unsur-unsur visual dari sumber terpisah menjadi gambar tunggal, sering untuk menciptakan ilusi bahwa semua elemen adalah bagian dari adegan yang sama. Penembakan live-action untuk compositing adalah berbagai disebut "chroma key", "blue screen", "layar hijau" dan nama lain. Saat ini, kebanyakan, meskipun tidak semua, compositing dicapai melalui manipulasi gambar digital. Teknik compositing pra-digital, bagaimanapun, kembali sejauh film trik Georges Méliès pada akhir abad ke-19, dan beberapa masih digunakan.

5.       Tugas Praktikum
Pada animasi logo favorit yang sudah kalian buat sebelumnya, lakukan hal berikut:
§  Multi Pass Rendering untuk logo, obyek sekunder, background, dan depth
§  Import masing-masing image sequences ke AE.
§  Implementasi DOF di AE menggunakan effect Camera Lens Blur

6.       Hasil Praktikum



7.       Kesimpulan

Untuk proses multi pass rendering saya merasa belum mendapat kesulitan. Namun pada saat ini, saya belum memulai import hasil gambar ke after effect.

8.       Referensi

Logo Animation in Cinema 4D and After Effects